Bagaimana orang Malaysia kehilangan RM1.2 miliar dalam setahun karena Felda

0
341

Setidaknya sudah lebih dari setahun sejak pembelian kontroversial PT Eagle High Plantation oleh Felda dari Peter Sondakh, hartawan Tionghoa Indonesia dari Rajawali Group. Felda, melalui kendaraan tujuan khusus-nya FIC Properties Sdn Bhd telah mengakuisisi 37% saham Eagle High seharga sekitar 500 juta USD, membayar sekitar Rp 580 per saham, dengan premi yang sangat tinggi sebesar 95% dari harga penutupan sahamnya pada titik akuisisi.

 

Laporan uji tuntas yang disiapkan sehubungan dengan akuisisi Eagle High oleh KPMG dan dilihat oleh IPOM dengan jelas merinci banyak kekhawatiran / ketidaklayakan dalam Eagle High, antara lain, masalah arus kas, kenaikan harga akuisisi Eagle High, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pinjaman yang berlebihan dan jumlah besar yang harus dilunasi ke bank serta penghindaran pajak. Laporan tersebut juga merinci uang muka antar perusahaan sebesar USD26 juta – pelunasannya tidak akan diumumkan sesuai dengan Manajemen Eagle High.

 

Kesepakatan itu dibanting oleh kritikus dan para ahli karena hal itu menjadi terlalu mahal dan juga karena keadaan dalam Eagle High. Namun, karena kekuatan yang ada di Malaysia, kesepakatan tersebut berhasil lolos. Dana pemerintah digunakan untuk membiayai kesepakatan yang banyak dilihat sebagai bailout untuk Peter Sondakh, seorang pengusaha Indonesia yang memiliki ikatan politik yang kuat di Malaysia.

 

Kira-kira lebih dari setahun kemudian, harga saham Eagle High diperdagangkan dengan harga yang sangat rendah yaitu Rp 204 per saham, kurang dari setengah dari yang dibayar Felda. Artinya Felda sedang duduk di atas kertas dan kehilangan sekitar USD300 juta. Selain itu, kapitalisasi pasar Eagle High di bawah USD420 juta, yang berarti 37%-nya Felda sekarang dihargai hanya USD155,4 juta, kurang dari sepertiga dari apa yang dibayarnya.

 

Selain itu, Eagle High telah mencatat kerugian selama beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, pada bulan April 2017, sebuah peraturan disahkan yang menyatakan bahwa Uni Eropa akan memastikan bahwa minyak sawit yang diimpor ke Uni Eropa berasal dari sumber yang berkelanjutan dan hanya mengimpor minyak sawit lestari setelah tahun 2020. Ini bukan pertanda baik bagi Eagle High, yang praktik kelapa sawitnya tidak lestari serta kurangnya sertifikasi RSPO dan ISPO telah banyak didokumentasikan. Dengan ini, tidak mungkin pendapatan Eagle High akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Faktanya, ini cenderung menurun begitu peraturan Uni Eropa mulai berlaku.

 

Secara keseluruhan, sepertinya investasi Felda di Eagle High telah terbukti gagal total dan tidak berjalan baik seperti yang diharapkan Felda.

 

Dan lagi, tidak ada yang terkejut dengan hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here