Kesepakatan tercapai – Felda Melayu kalah dari Tionghua Indonesia (Bahagian 2)

0
47

Pertama, kesepakatan ini berisiko tinggi mendorong penggundulan hutan. Jika akuisisi berlanjut, Felda akan memperoleh landbank Eagle High seluas 425.000 ha, yang diperkirakan 64% belum dikembangkan. Kesepakatan ini akan memberi tekanan besar pada Felda untuk menunjukkan laba atas investasi, sehingga sangat mungkin setidaknya sebagian dari landbank yang belum berkembang akan menjadi korban buldoser Felda.

 

Tanahnya juga TIDAK bersertifikat RSPO. Karena itulah FGV secara sukarela mencabut sertifikasi RSPO tahun lalu – Takut ditangkap! Faktor risiko utama kedua adalah penyalahgunaan hak asasi manusia. Mengingat penyalahgunaan yang dituduhkan oleh Wall Street Journal, Felda seharusnya tidak diperbolehkan untuk memperluas kepemilikan perkebunannya sampai ia dapat membuktikan bahwa hal itu sesuai dengan standar internasional untuk perlakuan adil terhadap pekerja dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

 

Investor Felda harus mempertimbangkan kesepakatan ini sebagai risiko yang signifikan. Pemukim Felda harus mempertimbangkan ini sebagai pengkhianatan atas semua kerja keras mereka selama 50 tahun. Banyak pelanggan Felda dan Eagle High memiliki kebijakan mengenai tidak ada penggundulan hutan, tidak ada gambut, dan tidak ada eksploitasi, termasuk Cargill, Golden Agri-Resources, dan Wilmar.

 

Kesepakatan ini AKAN menghasilkan pembebasan lahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Uni Eropa akan memblokir impor Felda dan Eagle High ke UE, yang akan membuat kesepakatan ini mengatasi bencana ekonomi bagi perusahaan – dan kemudian Pemukim Felda.

 

Pemukim – AWAS – roman minyak kelapa sawit ini tidak akan cantik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here